Sukses adalah 99% kegagalan

  • kategori : inspirasi
  • 2933
Foto Sukses adalah 99% kegagalan

Sukses adalah 99% Kegagalan

Apa itu pemenang sejati? Kita mungkin sangat akrab Honda Motors. Mereka ada dimana-mana, dari mobil sampai sepeda motor. Tapi apakah Anda tahu kisah nyata tentang bagaimana tantangan yang dihadapi Soichiro Honda membangun Honda Motors? Baca terus untuk mengetahui bagaimana tantangan berat yang dilewati ketika Honda dibangun.

Seperti kebanyakan negara lain, Jepang dihantam dengan Depresi Besar tahun 1930-an. Pada tahun 1938, Soichiro Honda masih sekolah, ketika ia memulai sebuah bengkel kecil, ia mengembangkan konsep dari cincin piston. Rencananya ia akan menjual ide atau konsep itu untuk Toyota.

Dia bekerja siang dan malam, bahkan tidur di bengkel, selalu percaya bahwa ia bisa menyempurnakan desain dan menghasilkan produk yang layak pakai. Ia sudah menikah waktu itu dan ia pun menggadaikan perhiasan istrinya untuk modal usah. Akhirnya datang hari dimana ia mampu menyelesaikan ring piston tersebut dan dia berhasil membujuk Toyota untuk memberikan sampel untuk uji coba, tapi ia diberitahu bahwa cincin piston tersebut tidak memenuhi standar Toyota.

Soichiro kembali ke sekolah dan banyak rekan sesamanya mengejek desain Soichiro tersebut. Dia menolak untuk menyerah. Daripada fokus pada kegagalannya, ia terus bekerja untuk menggapai tujuannya. Kemudian, setelah dua tahun ia lewati dengan perjuangan dan mendesain ulang konsepnya, ia memenangkan kontrak dengan Toyota. Disaat pemerintah Jepang mengumumkan bahwa Jepang sedang bersiap-siap untuk perang! Dengan kontrak di tangan, Soichiro Honda dibutuhkan untuk membangun sebuah pabrik untuk memasok Toyota, tapi sayangnya pasokan bahan bangunan sangat susah waktu itu. Masih saja ia tidak berhenti.

Dia menemukan proses pembuatan beton baru yang memungkinkan dia untuk membangun pabrik. Dengan pabrik yang sudah dibangun, dia siap untuk memproduksi, namun pabrik itu dibom dua kali dan baja sudah tidak tersedia lagi. Apakah ini akhir dari jalan untuk Honda? Tidak. Dia mulai mengumpulkan kaleng-kaleng bensin yang dibuang oleh tentara Amerika yang bertuliskan- "Hadiah dari Presiden Truman," dia menggunakan kaleng-kalen itu sebagai bahan untuk membangun pabrik kembali. Akhirnya, gempa bumi menghancurkan pabrik tersebut.

Setelah perang, kelangkaan bensin yang sangat tinggi memaksa orang untuk berjalan atau menggunakan sepeda. Honda menciptakan sebuah mesin kecil yang dapat dipasang ke sepedanya. Tetangganya meminta dibuatkan satu, dan meskipun ia mencoba, bahan untuk membuat mesin sangatlah susah dan ia tidak mampu untuk memasok permintaan. Apakah ia menyerah sekarang? Tidak.

Soichiro Honda menulis surat kepada 18.000 pemilik toko sepeda dan meminta mereka untuk membantu dia merevitalisasi Jepang. 5.000 orang menanggapi dan walau dengan sedikit uang, mereka membantu Honda membuat mesin kecil untuk sepeda. Sayangnya, model pertama terlalu besar dan tidak bekerja dengan baik, sehingga ia terus mengembangkan dan menyesuaikan, sampai akhirnya, mesin kecil yang dinamakan 'The Super Cub' berhasil diciptakan dan sukses. Dengan keberhasilan di Jepang, Honda mulai mengekspor mesin sepeda ke Eropa dan Amerika.

Apakah ini akhir dari cerita Honda? Tidak, pada tahun 1970-an terjadi lagi kekurangan bahan bakar, tapi kali ini di Amerika. Amerika pun beralih ke mode otomotif mobil kecil. Honda dengan cepat menangkap tren ini.

Honda yang sangat ahli dalam membuat mesin kecil, perusahaan yang sudah dibangun Honda mulai membuat mobil kecil, lebih kecil daripada yang terlihat sebelumnya, dan dengan cepat mobil yang dibuat Honda menjadi popular. Hari ini, Honda mempekerjakan Pekerja lebih dari 100.000 orang di Amerika Serikat dan Jepang, dan merupakan salah satu perusahaan terbesar di dunia mobil.

Honda berhasil karena satu orang membuat keputusan yang benar-benar menjadi sebuah komitmen, bekerja keras, dan membuat penyesuaian secara terus menerus. Kegagalan seharusnya tidak termasuk dalam sebuah kemungkinan karena bagi orang sukses kegagalan itu tidak ada.

BACA JUGA