Keyakinan dari para bos yang hebat

  • kategori : bisnis
  • 3945
Foto Keyakinan dari para bos yang hebat

Para bos yang hebat dan sukses - yang mendapatkan rasa hormat dari dan diikuti oleh karyawannya - cenderung berbagi delapan keyakinan penting sebagai berikut:

1. Bisnis adalah sebuah ekosistem, bukan medan perang.

Bos yang kuno atau yang biasa saja melihat bisnis sebagai konflik antar perusahaan, departemen dan kelompok. Mereka layaknya membangun pasukan untuk bertempur, menjelekkan pesaing sebagai "musuh," dan memperlakukan pelanggan sebagai wilayah untuk ditaklukkan.

Bos yang besar melihat bisnis sebagai simbiosis di mana keragaman adalah cara bertahan hidup dan berkembang. Mereka menciptakan tim yang mampu beradaptasi dengan mudah akan sebuah pasar baru dan dengan cepat dapat membentuk kemitraan dengan perusahaan lain, pelanggan, dan bahkan para pesaing.

2. Sebuah perusahaan adalah sebuah komunitas, bukan mesin.

Bos yang biasa saja menganggap perusahaan mereka sebagi mesin dengan karyawan sebagai rodanya. Mereka menciptakan struktur yang kaku dengan aturan-aturan kaku dan kemudian mencoba untuk mempertahankan kontrol dengan melepas rem tangan dan mengatur kemudi.

Bos yang hebat melihat perusahaan mereka sebagai sebuah koleksi dari harapan dan mimpi masing-masing individu di dalamnya, semua terhubung ke tujuan yang lebih tinggi. Mereka menginspirasi karyawan untuk mendedikasikan diri untuk keberhasilan rekan-rekan mereka sehingga menciptakan sebuah komunitas.

3. Manajemen itu pelayanan, bukan kontrol.

Bos yang biasa saja ingin karyawan melakukan apa yang diperintahkan. Telinga dan insting mereka sangat peka terhadap apa pun yang bernada pembangkangan dan mereka menciptakan lingkungan di mana inisiatif masing-masing individu terbungkus oleh mentalitas "tunggu sampai ada perintah dari bos" atau "ikut aturan bos".

Bos yang hebat menentukan arah dan kemudian berkomitmen untuk memberikan sumber daya yang karyawan mereka perlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus diselesaikan. Mereka menerapkan inisiatif pengambilan keputusan ke bawahannya, yang memungkinkan tim untuk membentuk aturan dan gaya mereka sendiri, dan memberikan campur tangan hanya dalam keadaan darurat.

4. Karyawan adalah rekan-rekan, bukan anak-anak.

Bos yang biasa melihat karyawan sebagai bawahan, makhluk dewasa yang tidak bisa dipercaya jika tidak diawasi oleh manajemen yang hanya membuat mereka terbiasa dengan mentalitas pura-pura sibuk sehingga tidak bekerja sepenuh hati.

Bos yang hebat memperlakukan setiap karyawan seolah-olah karyawan adalah orang yang paling penting dalam perusahaan. Keunggulan/Excellence diharapkan dimana-mana, dari gudang ke ruang rapat, dan sebagai hasilnya, karyawan melakukan pekerjaan terbaik mereka untuk diri mereka sendiri, bos mereka dan perusahaan.

5. Motivasi lahir dari visi bukan rasa takut.

Bos yang biasa melihat rasa takut - dipecat, hinaan, kehilangan hak istimewa - sebagai sarana penting untuk memotivasi orang. Akibatnya, karyawan dan manajer sama-sama menjadi lumpuh dan tidak mampu membuat keputusan yang kritis, bahkan ketika keputusan itu sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Bos yang hebat menginspirasi orang untuk melihat masa depan yang lebih baik dan bagaimana mereka akan menjadi bagian dari itu. Karyawan bekerja lebih keras ketika mereka percaya pada tujuan organisasi, benar-benar menikmati apa yang mereka lakukan, dan (tentu saja) tahu bahwa mereka akan jadi bagian dalam reward dan penghargaan.

6. Perubahan sama dengan pertumbuhan, bukan rasa sakit.

Bos yang biasa melihat perubahan sebagai sesuatu yang rumit dan mengancam, sesuatu yang hanya perlu dilakukan ketika sebuah perusahaan berada dalam kondisi kritis sampai akhirnya mereka sadar sudah terlambat.

Bos yang hebat melihat perubahan sebagai bagian tak terhindarkan dari kehidupan. Meskipun mereka sebenarnya kurang menyukai perubahan atas dasar perubahan itu sendiri, mereka tahu bahwa keberhasilan hanya mungkin jika karyawan dan organisasi merangkul ide-ide baru dan cara-cara baru untuk melakukan bisnis.

7. Teknologi adalah pemberdayaan, bukan otomasi (automation).

Bos yang biasa condong terfokus pada pandangan kuno bahwa teknologi dan IT adalah sarana memperkuat manajemen kontrol dan meningkatkan prediktabilitas. Mereka menginstal sistem komputer terpusat yang menghapus inisiatif mengambil keputusan dari karyawan.

Bos yang hebat melihat teknologi sebagai sarana membebaskan karyawan untuk lebih kreatif dan membangun hubungan yang lebih baik dan lebih kuat. Ketika bekerja menggunakan teknologi dan IT, mereka akan mendorong karyawannya beradaptasi dengan sistem back-office sampai ke alat, seperti smartphone dan tablet untuk memudahkan pekerjaan mereka.

8. Pekerjaan itu harus menyenangkan, bukan tekanan.

Bos yang biasa suka gagasan bahwa kerja itu bagai kejahatan yang diijinkan, bahwa setiap orang harus bekerja setiap waktu dan karena itu cenderung tanpa sadar mendefinisikan diri mereka sebagai penindas dan karyawan mereka sebagai korban.

Bos yang hebat melihat pekerjaan sebagai sesuatu gagasan yang menyenangkan yang harus ditanamkan ke karyawannya, dan karena itu percaya salah satu pekerjaan yang paling penting dari seorang manajer adalah, sejauh mungkin, menempatkan orang-orang dalam pekerjaan yang membuat mereka bahagia, sehingga lebih banyak pekerjaan akan dilakukan.

BISNIS merupakan ekosistem, jadi perlu untuk bekerja sama, bukan berperang. PERUSAHAAN adalah komunitas, perlakukan setiap individu sebagai orang. MANAJEMEN adalah pelayanan, bantulah orang untuk sukses. KARYAWAN adalah rekan-rekan Anda, perlakukan mereka seperti orang dewasa. MOTIVASI dengan visi, karena rasa takut hanya akan melumpuhkan. PERUBAHAN adalah pertumbuhan, jadi sambutlah daripada menghindarinya. TEKNOLOGI harus mengurangi kerumitan dan membebaskan kreativitas. KERJA harus menyenangkan, jadi jangan mengubahnya menjadi sebuah rutinitas.

BACA JUGA