Belajar dari seorang yang Narsis, Manipulator dan Psikopat

  • kategori : pengetahuan umum
  • 6007
Foto Belajar dari seorang yang Narsis, Manipulator dan Psikopat

Bagaimana pemimpin belajar dari seorang yang Narsis, Manipulator dan Psikopat

Terkadang penelitian ilmiah mengajarkan kita hal yang kita mungki tidak ingin tahu. Ini terjadi ketika sebuah penelitian di Amerika mempelajari sifat-sifat yang paling memungkinkan untuk memprediksi keberhasilan. Dan hasilnya sungguh mengagetkan..salah satu jawabannya adalah Narsisme.

"Narsisme menginspirasikan antusiasme"

Pikir dan bayangkan Napoleon dan Steve Jobs. Narsisme mencapai hal-hal menakjubkan, biasanya dengan menempatkan kebutuhan dan keinginan seorang yang narsis di atas segalanya dan di atas orang lain. Mereka juga akan berusaha keras untuk mencapai tujuan mereka. Yang paling penting, mereka menjadi besar dan akhirnya membawa orang lain di dalam kebesaran mereka.

"Seorang narsis sangat pandai dalam menampilkan diri dan menyuarakan ide-ide mereka dan mereka sangat antusias tentang hal-hal yang penting bagi mereka."

Salah satu definisi kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengartikulasi tujuan atau ide dengan jelas dan membuat orang lain untuk mengikuti tujuan tersebut. Dengan sedikit sentuhan narsisme, seorang pemimpin dapat mengartikulasi tujuan atau ide dengan jelas sehingga membuat orang mengerti dan paham.

"Manipulator tahu bagaimana mempengaruhi orang lain"

Seorang yang ahli dalam memanipulasi tahu berbagai tombol yang harus ditekan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari orang-orang di sekitar mereka. Ada banyak cara untuk mempengaruhi orang lain, termasuk menjilat dengan pujian, membentuk aliansi politik dengan orang lain dan bahkan memberikan ancaman.

Beberapa orang menggunakan cara-cara di atas sebagai bagian dari taktik untuk memberikan pengaruh. Kita mungkin merasa lucu dan aneh tetapi kenyataannya adalah memanipulasi orang untuk sebuah tujuan yang akan menguntungkan mereka adalah inti dari kepemimpinan. Jadi kita harus mau untuk mencoba berbagai macam taktik (dari sisi positif) untuk mempengaruhi orang lain jika hasil akhir yang diinginkan itu baik. Maka tidak salah seorang pemimpin dapat belajar dari seorang Manipulator.

"Seorang Psikopat tidak melihat ke belakang"

Ini bukan berarti pemimpin yang paling sukses adalah psikopat. Jika belajar dari para psikopat yang pernah ada, mereka memiliki kemampuan untuk menempatkan diri diantara dari orang lain dan mereka memiliki rasa malu atau menyesal ketika mereka telah melakukan kesalahan. Tapi merekalah orang yang cukup cepat untuk bangkit kembali dari kegagalan dan ini yang membuat mereka berani mengambil risiko dan terus melakukan hal yang mereka mau tanpa memikirkan penyesalan mereka.

Sebagian dari sisi psikopat adalah kualitas dimana seorang pemimpin perlu kembangkan dan gunakan. "Pemimpin bisa belajar dari keteguhan dan kegigihan dari psikopat". Seorang yang tidak memiliki rasa malu dan rasa bersalah cenderung buruk bagi hubungan sosial, jadi tidak perlu ditiru. Di sisi lain, seorang pemimpin bisa mendapatkan keuntungan dari belajar untuk mengatakan "Saya telah membuat kesalahan, saya terima kesalahan saya dan saya harus jalan terus".

BACA JUGA