5 Prinsip Sukses dari kehidupan Floyd Mayweather

  • kategori : inspirasi
  • 2042
Foto 5 Prinsip Sukses dari kehidupan Floyd Mayweather

Suka atau tidak suka, perjalanan cerita Floyd Mayweather menuju kekayaan adalah salah satu dari banyak cerita yang harus kita kagumi.

Lahir dan dibesarkan di Grand Rapids, Michigan, Mayweather harus melewati banyak hambatan dan tantangan untuk mendapatkan keistimewaan yang dia dapatkan sekarang, juara dunia tak terkalahkan di dunia olahraga Tinju.

Kerja keras dan Dedikasi

Dari kebiasaannya melakukan lompat tali (skipping) yang unik dan pukulan yang cepat dan tajam Floyd Mayweather ini bisa dikatakan salah satu atlet tinju terbaik di dunia.

Suka atau tidak suka, angka dan statistik tidak berbohong. Menurut Majalah Forbes, Floyd menduduki puncak top 20 atlet dengan bayaran termahal pada tahun 2014 mengalahkan atlet-atlet lain seperti Christiano Ronaldo (Pesepakbola), LeBron James (Pebasket) dan Roger Federer (Petenis) diluar keuntungan dari sponsor.

Banyak petinju besar telah mencoba untuk membuka rahasia cetakan biru (blue print) dari Floyd demi mematahkan gelar “the best ever” atau “yang terbaik”. Dan semua 48 petinju telah gagal.

Seorang praktisi tinju yang pintar, Floyd telah terbukti dari waktu ke waktu bahwa dia selalu bisa beradaptasi dengan lawannya dengan menampilkan pertahanan dan serangan balik yang efektif.

5 Prinsip Sukses dari kehidupan Floyd Mayweather

1. Penguasaan keterampilan

Mendominasi olahraga tinju selama lebih dari 15 tahun mengambil benar-benar adalah sebuah kedisplinan yang tinggi dan membutuhkan pengorbanan akan rasa kepuasan yang serius. Dari usia yang sangat muda, Mayweather telah secara konsisten membuat pilihan yang membatasi kemampuannya untuk mendapatkan sesuatu yang cepat dan lebih memilih untuk jalan agar bisa mencapai sesuatu yang lebih besar dan lebih baik di jangka waktu panjang.

Didukung oleh etos kerja seolah-olah ia tidak pernah merasakan lelah, Floyd bisa menghabiskan berjam-jam di pusat kebugaran, sebelum menghancurkan samsak tinju dengan lebih dari 10.000 pukulan pada hari berikutnya.

2. Ketahanan diri

Mayweather meraih medali perunggu di Olimpiade 96 di Atlanta, setelah kalah secara kontroversial melawan petinju Bulgaria, Serafim Todorov. Juga di awal karir profesionalnya, ia berlatih tanpa pelatih dan ayahnya Floyd Mayweather Senior sedang dipenjara karena perdagangan narkoba.

Meskipun dikenal memiliki “mulut besar”, Floyd selalu menjadi aktor utama dalam tiga laga terbesar non-kelas berat dalam sejarah olahraga tinju dan mengalahkan juara tak terkalahkan (pada saat itu), terutama Ricky Hatton.

Pernah dalam salah satu wawancara, sebuah pertanyaan ditujukan kepada Floyd yang menyinggung permintaan Floyd yang dinilai kurang adil sebelum menandatangani perjanjian pertarungan tinju. Tanpa ragu-ragu, Mayweather mengingatkan banyak orang bahwa ia (sebagai underdog) menghormati apapun yang diminta Oscar De La Hoya sebelum pertarungan mereka disepakati di tahun 2006 yang lalu.Pewawancara pun terkesima dengan jawabannya.

3. Rasa berterima kasih

Saat di kamera, Mayweather tidak pernah lupa untuk menyebutkan bagaimana ia berterima kasih kepada Tuhan, keluarga dan teman-teman dan mengakui bahwa semua keberhasilannya bermuara pada satu timnya yang setia bersamanya.

Banyak dari sekian petinju yang sering melupakan tim dan pelatihnya dan begitu sering terjadi kasus dimana pelatih dan tim dari petinju dipecat dan tidak bertahan lama bersama petinju tersebut.

Meskipun Floyd mungkin sudah masuk di jajaran selebriti, Floyd tetap terbuka untuk menginvestasikan waktu dan kekayaannya untuk orang-orangnya jika orang-orangnya ingin menjajaki peluang membuka usaha sendiri.

4. Kebebasan

Seorang pria yang dibesarkan dengan rasa cinta akan uang, dipengaruhi oleh ayahnya gepok uang hasil dari transaksi jalanan, Floyd Mayweather tidak pernah malu mengekspos bagaimana ia memakai uangnya dan menghasilkan uang dari bermain judi.

Namun, Floyd bukanlah seperti petinju lainnya, ia menjadi cerdas dengan kekayaannya, ia menyadari sejumlah petinju dan atlet lain yang menjadi bangkrut setelah mendapatkan kekayaan.

Dia berani melepaskan diri dari aturan.

Floyd memutuskan untuk tidak lagi diatur oleh siapapun dan promotornya dan memulai perusahaan sendiri, Mayweather Promotions. Risiko yang sebenarnya tidak berani diambil oleh banyak petinju karena banyaknya halangan dan hambatan dari promotor yang tidak ingin kehilangan penghasilan.

Floyd menyewa seorang pengusaha pintar (Al Haymon) untuk merencanakan langkah-langkah strategis bagi perusahaannya.

Untungnya itu terbayar. Setiap pertarungan diumumkan, Mayweather mendapatkan 100% keuntungan dari pertarungannya. Floyd terus membangun reputasi untuk promosi dan bahkan bertanggung jawab membayar lawannya sekalipun.

5. Menumbuhkan rasa ketertarikan

Tujuannya bukan untuk mendapatkan validasi eksternal. Karir yang sukses dari Floyd menarik perhatian aktor Hollywood, bintang music rock dan milyarder terutama, Warren Buffett, investor terkaya di dunia yang mengunjungi pusat kebugaran Floyd Mayweather di Las Vegas.

Bukan kejutan jika aktor-aktor besar dan orang-orang terkenal sering datang hanya untuk melihat sang juara berlatih.

Saya adalah penggemar dari Pacquiao, tapi saya harus mengatakan perjalanan Floyd Mayweather juga memberikan kita pembelajaran yang penting untuk sukses. Semoga bermanfaat.

"‘Do you think I gave up my whole life just to say there’s someone better than me out there? Absolutely not.’ – Floyd Mayweather

BACA JUGA