5 hal bisa membuat otak Anda jadi lambat

  • kategori : kesehatan
  • 1350
Foto 5 hal bisa membuat otak Anda jadi lambat

Coba katakan pada orang bahwa pola makan mereka bisa membuat mereka menderita kegemukan dan mereka pasti akan menolak dan menunjukkan sikap penolakan dengan berbagai macam argument. Apalagi dengan mengatakan kepada orang bahwa kebiasaan mereka akan membuat otak mereka jadi lambat dan bisa-bisa berujung pada konflik. Umumnya orang tidak suka bila daya pikir mereka dikatakan sebagai sebuah kelemahan mereka.

Tapi sains membuktikan bahwa beberapa kebiasaan berikut di bawah bisa membuat otak Anda jadi lambat. Penelitian menunjukkan bahwa:

5. Rapat dan diskusi grup bisa memperlambat otak Anda

Apakah Anda pernah berada dalam situasi di mana Anda harus bekerja bersama orang lain (seperti rapat di tempat kerja atau kelompok belajar di sekolah) dan tiba-tiba Anda merasa seperti semua orang yang terlibat dalam diskusi tersebut menjadi bodoh tidak seperti biasanya? Dan Anda pun menjadi kesal dengan orang-orang yang terlibat dalam diskusi tersebut (dan mereka sebenarnya juga kesal dengan Anda).

Jangan kaget, ini adalah sains. Alasannya adalah bahwa berada di sebuah rapat dan kelompok diskusi bisa menguras otak Anda. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti mereka menemukan bahwa ketika orang bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil, otak mereka mulai membeku atau hang layaknya Windows. Ada beberapa alasan kenapa bisa demikian,

  • mereka harus lebih fokus pada interaksi dan perilaku bukan pekerjaan di tangan
  • status mereka dalam kelompok atau rapat mempengaruhi kinerja mereka. Dan status ini bisa mempengaruhi percaya diri

Jadi, semakin kompetitif orang-orang dalam sebuah kelompok diskusi dan rapat, akan semakin kelihatan bodoh pula beberapa orang dalam diskusi dan rapat tersebut. Dalam melakukan penelitian ini, orang-orang dengan IQ yang sama dipisahkan dengan 5 grup untuk mengerjakan sebuah tes mental.

Grup yang paling terakhir memberikan hasil tes tadi mulai tampil secara signifikan lebih buruk pada tes berikutnya. Para peneliti percaya bahwa hal yang sama terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa orang akan berfungsi lebih baik jika mereka bekerja sendiri.

Hal ini akan menjadi lebih rumit ketika di dalam kelompok tersebut terdiri dari laki-laki dan perempuan. Secara keseluruhan, perempuan dalam penelitian ini mendapatkan hasil yang lebih buruk daripada laki-laki ... tetapi Anda juga harus memperhitungkan fakta bahwa laki-laki pada umumnya menjadi lebih kurang percaya diri hanya dengan berada di sekitar wanita. Studi lain menunjukkan bahwa laki-laki 14 persen lebih buruk untuk tes mental ketika saat mereka berpikir ada seorang wanita mengawasi mereka.

4. Jet Lag menurunkan daya ingat Anda dan dapat menimbulkan masalah pada kemampuan belajar

Jika Anda pernah melakukan perjalanan dari satu benua ke benua lain, Anda pasti akan tahu rasanya jet lag. Anda mungkin sedang terjaga pada jam 3 pagi dan tiba-tiba Anda berada di zona waktu yang lain yang menunjukkan waktu adalah jam 3 sore.

Serius, semakin sering Anda terserang jet lag, semakin sering otak Anda mendapat masalah dan yang paling ditakutkan adalah ketika kerusakan otak itu menjadi permanen. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, Berkeley, sekelompok hamster yang mengalami pergeseran waktu enam jam (setara dengan pergeseran waktu antara New York dan Paris), setelah beberapa minggu, mereka menemukan bahwa mereka hamster kesulitan belajar hal-hal baru dan tidak bisa lulus dibandingkan dengan hamster yang tidak melakukan pergeseran waktu.

3. Sering memukul anak Anda hanya akan menurunkan IQ mereka

Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of New Hampshire, IQ anak-anak yang tidak dipukul lebih tinggi 5 poin dari anak-anak yang dipukul oleh orang tuanya. Bahkan, semakin sering anak-anak yang dipukul, semakin rendah IQ nya. Mereka juga menemukan bahwa negara-negara di mana memukul anak masih dapat diterima secara sosial saat ini memiliki IQ lebih rendah dari negara-negara yang tidak mengijinkan orang tua untuk memukul anaknya.

Para peneliti mengatakan bahwa anak-anak yang dipukul benar-benar menunjukkan gejala gangguan stres atau pasca-trauma.

Sebuah studi dari University of Pittsburgh menemukan bahwa membiarkan bayi menangis dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen

2. Makanan Junk Food dapat merusak otak

Kita semua tahu bahwa junk food sangat buruk bagi tubuh kita, tetapi Anda mungkin cukup pintar untuk makan secukupnya dan olahraga banyak sesudah makan junk food.

Studi telah menemukan bahwa junk food berlebihan yang diberikan kepada anak-anak usia 3 tahun akan menyebabkan penurunan IQ dan akan terlihat pada usia 8 tahun. Pada saat yang sama, anak-anak yang makan sehat pada usia 3 tahun tidak hanya sehat dan bugar tetapi juga cerdas.

Para peneliti juga menemukan dalam studi lain bahwa gula yang juga membuat daya berpikir otak kita menurun.

Penelitian dilakukan kepada tikus dan sebuah labirin, dan kemudian mereka menempatkan tikus-tikus pada labirin tersebut, tikus-tikus tersebut dipisahkan antara yang melakukan diet dengan baik dan yang makan makanan dan minum minuman manis. Enam minggu kemudian, tikus-tikus yang mengkonsumsi gula lebih banyak kesulitan menyelesaikan labirin, dan bukan hanya karena itu sulit tapi mereka juga kesulitan melewati koridor labirin.

Mereka lebih lambat karena kegemukan, ingatan mereka telah dipengaruhi dan kemampuan kognitif mereka banyak hancur, hanya karena overdosis gula yang berkepanjangan yang telah membuat tubuh mereka merusak insulin (yang tidak hanya mempengaruhi tingkat gula darah, tetapi juga cara sel-sel otak Anda bekerja).

1. Hidup di kota besar Membuat daya otak Anda menurun

Para peneliti percaya bahwa mereka telah membuktikan bahwa hanya hidup di kota-kota modern mengacaukan otak kita. Mereka melakukan percobaan kepada orang-orang yang berlalu-lalang dalam kota yang sibuk dan orang-orang yang tinggal di kota kecil. Setelah itu, para peneliti melakukan beberapa tes dan menemukan bahwa mereka yang tinggal di kota memiliki memori buruk, perhatian dan daya belajar dibawah orang-orang yang tinggal di kota kecil.

Alasannya sebenarnya cukup sederhana, berlalu-lalang dalam kota yang padat ini menambah beban bagi otak Anda karena perhatian Anda terbagi banyak hal yang Anda temui di kota yang padat. Bahkan jika Anda tidak menyadarinya, otak Anda akan mencoba mereka semua lampu lantas, kepadatan lalu lintas, suara dan bau serta yang semua Anda temui ketika berjalan yang menarik perhatian Anda.

Setelah beberapa saat Anda sudah tiba di satu tujuan, otak Anda menjadi lelah. Sementara dengan kepadatan yang rendah serta udara yang segar akan menenangkan otak Anda. Walaupun di kota kecil aka nada hal-hal yang menarik perhatian Anda, tapi tidak akan sebanyak ketika Anda berada di kota besar. Maka ada baiknya untuk sekali-sekali berlibur ke daerah yang sepi dan tenang yang masih banyak tanaman hijau untuk menyegarkan otak Anda.

BACA JUGA